CILACAP — Pembinaan narapidana tidak hanya berfokus pada masa hukuman, tetapi juga pada persiapan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan keterampilan pembuatan produk bakeri bagi 50 narapidana tindak pidana terorisme (napiter) di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyelenggarakan pelatihan tersebut di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kembangkuning pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan ini turut melibatkan PT Manunggal Perkasa sebagai pihak ketiga.
Membekali Warga Binaan dengan Keterampilan Produktif
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan memberikan bekal keterampilan bagi para peserta setelah menyelesaikan masa pidana.
Sebanyak 50 peserta berasal dari lima lapas di Nusakambangan, yakni Lapas Besi, Lapas Gladakan, Lapas Ngaseman, Lapas Kembangkuning, dan Lapas Karanganyar.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi pembuatan berbagai produk bakeri, seperti pastri, bakpia, brownies kukus, dan martabak manis. Mereka juga mempelajari pengenalan bahan baku, tahapan pengolahan, hingga penggunaan peralatan dan mesin produksi.
Kepala Lapas Kembangkuning, Sugeng Indrawan, berharap keterampilan tersebut dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk mengembangkan usaha mandiri dan membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga ketika kembali ke masyarakat.
Keterampilan dan Kemandirian sebagai Bekal Masa Depan
Salah seorang peserta pelatihan, Iwan Darmawan, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru. Ia berharap kemampuan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mencari nafkah setelah bebas.
Pelatihan bakeri ini juga menjadi bagian dari rencana pengembangan keterampilan lainnya. Ditjenpas dan Densus 88 merencanakan kegiatan lanjutan di bidang pertanian, mulai dari teknik bercocok tanam hingga perawatan tanaman. Pelatihan pembuatan mi berbahan dasar ubi juga masuk dalam rencana pengembangan program pembinaan.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa pembekalan keterampilan praktis dapat menjadi salah satu jalan untuk mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan yang lebih produktif. Namun, keberhasilan jangka panjangnya juga membutuhkan kesempatan kerja, pendampingan, serta penerimaan masyarakat.
Almahyra dan Semangat Mengembangkan Kemandirian Usaha
Semangat membangun keterampilan dan kemandirian ekonomi juga relevan dengan perkembangan dunia usaha, khususnya sektor UMKM. Kemampuan menghasilkan produk saja perlu diimbangi dengan pengetahuan pemasaran, pengelolaan usaha, dan membangun hubungan dengan pelanggan.
Dalam konteks tersebut, Almahyra hadir melalui produk-produk kebutuhan keluarga sekaligus sistem kemitraan yang membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar mengembangkan usaha.
Beberapa produk yang ditawarkan antara lain Herbal Oil Almahyra sebagai minyak herbal keluarga, Healing Oil Roll-On sebagai aromaterapi praktis, Honey Kids sebagai produk madu herbal anak, serta Deora Herbal Deodorant untuk perawatan tubuh sehari-hari.
Melalui sistem kemitraan, Almahyra memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin belajar memasarkan produk, membangun jaringan pelanggan, dan mengembangkan aktivitas usaha secara bertahap.
Tentu, membangun usaha membutuhkan proses, mulai dari memahami produk, mengenali kebutuhan pasar, menjaga kualitas pelayanan, hingga mengelola keuangan dengan baik. Kemitraan juga bukan jaminan keuntungan, melainkan salah satu peluang yang perlu dijalankan dengan perencanaan dan konsistensi.
Membangun Kesempatan untuk Kembali Produktif
Pelatihan bakeri bagi 50 napiter di Nusakambangan menjadi gambaran bahwa pembinaan dapat diarahkan pada pengembangan kemampuan yang memiliki nilai ekonomi. Keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman selama berada di lembaga pemasyarakatan, tetapi dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Pada akhirnya, kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan usaha merupakan bagian penting dalam proses kembali ke masyarakat.
Almahyra — bersama semangat kemandirian, membuka peluang untuk bertumbuh dan membangun masa depan yang lebih produktif.
Klik link dibawah ini untuk info lengkap tentang produk Almahyra
https://wa.link/ohyq95
Sumber: ANTARA News, 29 Oktober 2026, “Ditjenpas-Densus 88 bekali napiter keterampilan usaha bakeri”.
ANTARA News

