MAKASSAR — Anak-anak dikenal aktif bergerak dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Namun, aktivitas bermain, berlari, bersepeda, hingga terjatuh dapat menyebabkan benturan pada kepala.
Meski sebagian cedera kepala tergolong ringan, kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan. Pasalnya, gejala gegar otak atau cedera otak traumatis ringan tidak selalu muncul seketika. Beberapa gejala bahkan baru terlihat beberapa jam atau hari setelah benturan.
Karena itu, orang tua perlu mengetahui tanda-tanda yang harus dipantau serta memahami kapan anak membutuhkan pertolongan medis.
Gejala Cedera Kepala pada Anak yang Perlu Diperhatikan
Setelah mengalami benturan pada kepala, anak dapat menunjukkan sejumlah perubahan fisik maupun perilaku.
Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain sakit kepala, pusing, gangguan keseimbangan, mual atau muntah, gangguan penglihatan, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, kebingungan, perubahan pola tidur, hingga perubahan suasana hati dan perilaku.
Pada anak yang masih kecil, tanda-tandanya dapat lebih sulit dikenali. Orang tua dapat memperhatikan apabila anak menjadi lebih rewel dari biasanya, menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan, mengalami perubahan perilaku, atau menolak makan maupun menyusu.
Kapan Cedera Kepala Harus Segera Dibawa ke Fasilitas Kesehatan?
Orang tua sebaiknya tidak menunggu apabila setelah benturan anak mengalami tanda-tanda bahaya.
Di antaranya:
- kehilangan kesadaran;
- sulit dibangunkan atau semakin mengantuk;
- kejang;
- muntah berulang;
- sakit kepala yang semakin berat;
- kebingungan atau perubahan perilaku yang signifikan;
- bicara menjadi pelo;
- kelemahan atau mati rasa pada bagian tubuh;
- gangguan berjalan atau koordinasi;
- penglihatan terganggu atau penglihatan ganda;
- salah satu pupil mata tampak lebih besar;
- keluar darah atau cairan bening dari hidung atau telinga.
Jika tanda-tanda tersebut muncul, jangan mengandalkan minyak herbal, pijat, atau pengobatan rumahan. Anak perlu mendapatkan pertolongan medis segera.
Penanganan Awal yang Tepat
Pada dugaan cedera kepala, langkah pertama adalah memastikan anak berada dalam kondisi aman dan menghindari aktivitas yang berpotensi menyebabkan benturan kedua.
Jika terdapat luka yang mengeluarkan darah, perdarahan dapat dikendalikan dengan kain atau kasa bersih. Namun, apabila terdapat kecurigaan patah tulang tengkorak, jangan memberikan tekanan langsung pada area tersebut.
Anak juga perlu dipantau karena gejala cedera kepala dapat berkembang setelah kejadian. CDC menyarankan orang tua memantau perubahan kondisi anak dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila terdapat dugaan gegar otak.
Untuk cedera ringan yang telah dinilai tidak membutuhkan penanganan darurat, tenaga kesehatan dapat memberikan arahan mengenai istirahat, aktivitas yang perlu dibatasi, serta pemantauan selama masa pemulihan.
Lalu, Bagaimana dengan Herbal Oil Almahyra?
Sebagai produk herbal keluarga, Herbal Oil Almahyra dapat ditempatkan sebagai produk pendamping untuk kebutuhan perawatan tubuh sehari-hari, bukan sebagai obat cedera kepala.
Berdasarkan informasi produk Almahyra, Herbal Oil dibuat dari perpaduan 12 tanaman herbal, antara lain bidara, kunyit, jahe, temulawak, sereh, cengkeh, mint, adas, kayu putih, gandapura, kelapa, dan zaitun. Produk ini diposisikan sebagai minyak herbal keluarga multifungsi.
Manfaat yang tercantum dalam dokumen produk meliputi membantu meredakan pegal dan nyeri otot, memberikan rasa hangat, membantu relaksasi saat dipijat, serta membantu perawatan kulit pada iritasi atau luka ringan.
Namun, Herbal Oil Almahyra tidak boleh digunakan untuk menggantikan pemeriksaan atau penanganan medis pada cedera kepala.
Dengan kata lain, apabila anak mengalami benturan kepala, prioritas utama adalah memastikan kondisi anak, mengenali tanda bahaya, melakukan pertolongan pertama yang tepat, dan mencari bantuan medis bila diperlukan.
Jangan Sampai Salah Menangani Cedera Kepala Anak
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap anak baik-baik saja hanya karena masih sadar dan dapat berbicara setelah terbentur.
Padahal, gejala gegar otak dapat muncul secara bertahap. Karena itu, perubahan perilaku, sakit kepala, muntah, gangguan keseimbangan, perubahan penglihatan, atau rasa mengantuk yang tidak biasa perlu diperhatikan dengan serius.
Orang tua juga sebaiknya mencatat bagaimana cedera terjadi, apakah anak sempat kehilangan kesadaran, apakah terjadi muntah atau kejang, serta perubahan apa yang muncul setelah benturan. Informasi tersebut dapat membantu tenaga kesehatan dalam melakukan evaluasi.
Kesimpulan
Cedera kepala pada anak tidak boleh dianggap sepele. Meskipun benturan terlihat ringan, beberapa gejala dapat muncul beberapa waktu setelah kejadian.
Orang tua perlu memahami gejalanya, melakukan pertolongan pertama dengan tepat, memantau kondisi anak, dan segera mencari pertolongan medis apabila muncul tanda bahaya.
Sementara itu, Herbal Oil Almahyra dapat diperkenalkan sebagai minyak herbal keluarga untuk kebutuhan perawatan tubuh sehari-hari sesuai penggunaan produknya, tetapi bukan sebagai pengobatan cedera kepala atau pencegah kondisi menjadi lebih parah. Informasi produk Almahyra sendiri menempatkan penggunaannya pada kebutuhan seperti pegal, rasa hangat, relaksasi, dan perawatan kulit ringan.
Klik link dibawah ini untuk info lengkap tentang produk Almahyra
https://almahyraofficial.com/
Catatan penting: Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Jika anak mengalami benturan kepala dan menunjukkan tanda bahaya, segera bawa ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat.

