Ahli Gizi Ingatkan Risiko Jajanan Tinggi Gula dan Lemak bagi Kesehatan

JAKARTA – Jajanan manis, gorengan, minuman berpemanis, hingga makanan ringan kemasan menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari keseharian anak-anak maupun orang dewasa. Rasanya yang gurih dan manis membuat makanan tersebut mudah disukai. Namun, di balik kepraktisannya, konsumsi berlebihan makanan tinggi gula dan lemak perlu mendapat perhatian.

Pola makan yang sehat tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan, tetapi oleh keseimbangan, keberagaman, kecukupan, dan moderasi dalam pola makan sehari-hari. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengingatkan bahwa makanan tinggi gula bebas, lemak tidak sehat, dan makanan ultra-proses sebaiknya dibatasi.

Karena itu, edukasi mengenai pilihan jajanan sehat perlu dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga.

Jajanan Manis dan Gorengan Bukan Berarti Harus Dihindari Sepenuhnya

Membicarakan jajanan tinggi gula dan lemak bukan berarti seluruh makanan tersebut harus dihapus dari kehidupan sehari-hari.

Persoalan utamanya adalah frekuensi, jumlah, dan keseimbangan.

Konsumsi makanan dengan kandungan gula bebas yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan tidak sehat dan kerusakan gigi. WHO merekomendasikan asupan gula bebas dibatasi kurang dari 10 persen kebutuhan energi harian, dengan manfaat tambahan jika dapat ditekan hingga di bawah 5 persen.

Sementara itu, kualitas lemak juga penting. Lemak tetap dibutuhkan tubuh, tetapi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans perlu dibatasi. WHO merekomendasikan memilih sumber lemak tak jenuh dibandingkan lemak jenuh dan menghindari lemak trans industri.

Artinya, bukan sekadar menghitung berapa banyak makanan yang dikonsumsi, tetapi juga memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh dan seberapa sering dikonsumsi.

Mengapa Jajanan Anak Perlu Mendapat Perhatian?

Bagi anak-anak, kebiasaan makan yang terbentuk sejak dini dapat terbawa hingga dewasa. WHO menyebut pola dan preferensi makanan yang terbentuk pada masa kanak-kanak dan remaja sering berlanjut hingga usia dewasa.

Masalahnya, makanan dan minuman tinggi gula, lemak tidak sehat, serta garam sangat mudah ditemukan di lingkungan sekitar anak. Bahkan WHO menyoroti bahwa lingkungan makanan di sekitar sekolah masih dapat dipenuhi produk dengan kandungan gula bebas, lemak jenuh, lemak trans, dan garam yang tinggi.

Karena itu, peran orang tua bukan hanya melarang anak membeli jajanan tertentu.

Yang jauh lebih penting adalah mengajarkan anak memahami pilihan makanan.

Lima Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dimulai dari Rumah

1. Biasakan membaca label pangan

Orang tua dapat mengajak anak melihat informasi kandungan gula, lemak, garam, dan komposisi sebelum membeli makanan kemasan.

Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi pendidikan gizi yang berlangsung secara alami.

2. Jangan jadikan minuman manis sebagai minuman utama

Teh manis, minuman bersoda, minuman rasa buah, minuman susu dengan tambahan gula, dan berbagai minuman berpemanis lainnya dapat menyumbang asupan gula bebas.

Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari.

3. Perbanyak makanan yang lebih beragam

Pola makan sehat membutuhkan keberagaman. Buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, serta sumber protein dapat menjadi bagian dari menu keluarga.

WHO menekankan bahwa pola makan yang beragam membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral serta mendukung kesehatan secara keseluruhan.

4. Batasi gorengan dan makanan ultra-proses

Bukan berarti harus dilarang total. Namun, frekuensi dan porsinya perlu dikendalikan agar tidak menggantikan makanan yang lebih bergizi.

5. Orang tua menjadi contoh

Anak akan lebih mudah mengikuti kebiasaan yang mereka lihat setiap hari.

Jika orang tua terbiasa memilih makanan bergizi, membatasi minuman manis dan rutin melakukan aktivitas fisik, anak akan mendapatkan contoh nyata tentang gaya hidup sehat.

Jangan Menunggu Tubuh Bermasalah

Pola makan yang tidak sehat dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan. WHO menyebut pola makan tidak sehat sebagai salah satu faktor risiko penting berbagai penyakit tidak menular, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes, dan kanker.

Karena itu, menjaga pola makan sebaiknya tidak baru dilakukan setelah muncul masalah kesehatan.

Pencegahan jauh lebih baik jika dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Melengkapi Perawatan Keluarga Bersama Produk Almahyra

Selain memperhatikan makanan, keluarga juga perlu membangun kebiasaan perawatan tubuh yang baik dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu produk yang dapat menjadi bagian dari kebutuhan perawatan keluarga adalah Herbal Oil Almahyra.

Herbal Oil Almahyra merupakan minyak herbal keluarga yang menggunakan kombinasi 12 bahan herbal, antara lain bidara, kunyit, jahe, temulawak, sereh, cengkeh, mint, adas, kayu putih, gandapura, kelapa, dan zaitun. Produk ini diposisikan untuk membantu memberikan rasa hangat dan kenyamanan tubuh serta dapat digunakan dalam aktivitas perawatan sehari-hari seperti pemijatan.

Namun, penting untuk menempatkan produk secara tepat.

Herbal Oil Almahyra bukan pengganti pola makan sehat, bukan obat untuk penyakit akibat pola makan, dan bukan produk yang dapat menetralkan dampak konsumsi gula atau lemak berlebihan.

Produk ini lebih tepat digunakan sebagai pendamping perawatan dan kenyamanan tubuh sehari-hari, sementara menjaga kesehatan tetap dimulai dari pola makan seimbang, aktivitas fisik, istirahat cukup, dan pemeriksaan kesehatan bila diperlukan.

Edukasi Gizi Dimulai dari Jajanan yang Dipilih

Pada akhirnya, menjaga kesehatan keluarga tidak selalu membutuhkan perubahan besar.

Mengurangi frekuensi minuman manis, memilih camilan yang lebih bernutrisi, memperbanyak buah dan sayur, membatasi makanan yang tinggi lemak tidak sehat, serta membiasakan membaca label pangan merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan mulai hari ini.

Terlebih bagi anak-anak, pendidikan mengenai makanan bukan sekadar persoalan apa yang boleh dan tidak boleh dimakan.

Ini tentang membangun kebiasaan yang akan mereka bawa hingga dewasa.

Karena kesehatan keluarga tidak hanya dibentuk di ruang dokter, tetapi juga dari pilihan makanan di meja makan dan jajanan yang dibeli setiap hari.

Klik link dibawah ini untuk info lengkap tentang produk Almahyra
https://wa.link/ohyq95

Sumber Informasi : https://www.nu.or.id/kesehatan/ahli-gizi-ingatkan-risiko-jajanan-tinggi-gula-dan-lemak-bagi-kesehatan-nVH7W

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *