JAKARTA – Henti jantung mendadak merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan medis yang dapat terjadi tanpa peringatan. Dalam hitungan menit, seseorang dapat kehilangan kesadaran dan berhenti bernapas secara normal ketika jantung tidak lagi mampu memompa darah ke otak dan organ vital.
Kondisi ini berbeda dengan serangan jantung, meskipun keduanya sering dianggap sama. American Heart Association (AHA) menjelaskan bahwa henti jantung merupakan masalah kelistrikan jantung, sedangkan serangan jantung terjadi akibat terganggunya aliran darah menuju otot jantung. Serangan jantung memang dapat memicu henti jantung, tetapi keduanya bukan kondisi yang sama.
Gambar yang menyertai artikel ini memperlihatkan seseorang memegang area dada dengan ilustrasi rasa nyeri. Secara editorial, visual tersebut lebih tepat digunakan sebagai ilustrasi gangguan atau nyeri pada dada, bukan sebagai gambaran seseorang yang sedang mengalami henti jantung, karena pasien henti jantung umumnya mengalami kolaps dan kehilangan respons.
Apa Itu Henti Jantung Mendadak?
Henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest terjadi ketika sistem kelistrikan jantung mengalami gangguan sehingga jantung berhenti memompa darah secara efektif.
Ketika aliran darah ke otak dan organ vital terhenti, korban dapat dengan cepat kehilangan kesadaran. Tanda utamanya adalah tiba-tiba jatuh atau tidak responsif serta tidak bernapas normal atau hanya megap-megap. Kondisi tersebut membutuhkan pertolongan segera.
Berbeda dengan serangan jantung yang umumnya disebabkan oleh penyumbatan aliran darah pada pembuluh koroner, henti jantung berkaitan dengan gangguan irama atau sistem listrik jantung.
Jangan Abaikan Nyeri Dada
Salah satu hal penting dalam edukasi kesehatan jantung adalah mengenali gejala serangan jantung yang dapat mendahului kondisi yang lebih serius.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Rasa tertekan, tertindih atau nyeri di bagian tengah dada.
- Nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher atau rahang.
- Sesak atau kesulitan bernapas.
- Keringat dingin.
- Mual atau muntah.
- Pusing atau merasa akan pingsan.
- Kelelahan atau rasa tidak nyaman yang tidak biasa.
Gejala tidak selalu muncul dengan pola yang sama pada setiap orang. Karena itu, keluhan yang mencurigakan tidak sebaiknya dianggap sebagai masuk angin biasa atau dibiarkan hingga hilang sendiri. WHO menekankan bahwa semakin cepat serangan jantung dikenali dan mendapatkan penanganan, semakin besar peluang untuk mengurangi kerusakan pada otot jantung.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Seseorang Mengalami Henti Jantung?
Inilah bagian yang sangat penting untuk diketahui masyarakat.
Jika seseorang tiba-tiba jatuh, tidak merespons ketika dipanggil atau disentuh, dan tidak bernapas normal:
1. Segera minta bantuan
Pastikan lokasi aman, kemudian periksa respons korban dan segera minta orang lain menghubungi layanan kegawatdaruratan.
Di Indonesia, masyarakat dapat menghubungi PSC 119 untuk mendapatkan respons kegawatdaruratan medis. Kementerian Kesehatan menyebut layanan 119 sebagai layanan cepat tanggap untuk kondisi kegawatdaruratan kesehatan.
2. Segera lakukan CPR/RJP
Jika korban tidak responsif dan tidak bernapas normal, pertolongan resusitasi jantung paru atau CPR perlu dimulai sesegera mungkin. CPR membantu mempertahankan aliran darah ke organ vital sambil menunggu bantuan medis.
3. Gunakan AED jika tersedia
AED (Automated External Defibrillator) merupakan alat yang dapat menganalisis irama jantung dan memberikan kejutan listrik ketika memang diperlukan. Penggunaan CPR dan AED sedini mungkin dapat meningkatkan peluang korban untuk bertahan hidup.
Jangan mencoba mengatasi henti jantung dengan minyak herbal, pijat, minuman, atau metode rumahan. Dalam kondisi seperti ini, setiap menit sangat berharga dan pertolongan kegawatdaruratan harus menjadi prioritas.
Siapa yang Berisiko?
Risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dapat dipengaruhi berbagai faktor. WHO menyebut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain merokok, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, obesitas, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, serta kadar lemak darah yang tinggi.
Karena sebagian faktor tersebut berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari, pencegahan tidak seharusnya menunggu seseorang mengalami masalah jantung terlebih dahulu.
Mencegah Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Menjaga kesehatan jantung merupakan proses jangka panjang. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Aktif bergerak.
Biasakan aktivitas fisik secara rutin sesuai kondisi tubuh.
Perhatikan pola makan.
Perbanyak makanan bergizi seperti sayuran, buah dan sumber makanan utuh, serta batasi konsumsi garam, lemak jenuh dan makanan yang kurang sehat.
Hindari rokok.
Tidak menggunakan tembakau merupakan salah satu langkah penting dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Jaga berat badan.
Berat badan berlebih berkaitan dengan sejumlah faktor risiko penyakit jantung.
Kontrol tekanan darah, gula darah dan kolesterol.
Pemeriksaan rutin membantu seseorang mengetahui kondisi kesehatan lebih awal.
Kelola stres dan tidur yang cukup.
Kesehatan jantung tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga gaya hidup secara keseluruhan.
WHO menegaskan bahwa sebagian besar penyakit kardiovaskular dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko perilaku dan metabolik.
Herbal Oil Almahyra dan Perawatan Kenyamanan Tubuh
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat juga semakin memperhatikan produk herbal sebagai bagian dari perawatan tubuh keluarga.
Herbal Oil Almahyra merupakan minyak herbal keluarga yang terdiri dari 12 bahan herbal, di antaranya bidara, kunyit, jahe, temulawak, sereh, cengkeh, mint, adas, kayu putih, gandapura, kelapa dan zaitun. Produk ini diposisikan untuk membantu memberikan rasa hangat, kenyamanan tubuh dan digunakan dalam aktivitas perawatan sehari-hari, termasuk pemijatan.
Dalam konteks kesehatan jantung, penggunaan Herbal Oil Almahyra tidak boleh diposisikan sebagai obat untuk henti jantung, serangan jantung, penyumbatan pembuluh darah, maupun sebagai pencegah penyakit jantung.
Posisi yang lebih tepat adalah sebagai produk pendamping untuk kenyamanan tubuh dalam aktivitas sehari-hari, sementara pencegahan penyakit jantung tetap membutuhkan pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan yang sesuai.
Bahkan ketika seseorang mengalami nyeri dada yang dicurigai sebagai kondisi jantung, penggunaan minyak herbal tidak boleh menunda pencarian pertolongan medis.
Kenali, Cegah, dan Bertindak Cepat
Henti jantung mendadak bukan kondisi yang dapat ditangani dengan menunggu gejala membaik. Ketika seseorang tiba-tiba tidak sadar dan tidak bernapas normal, respons cepat berupa menghubungi layanan darurat, memulai CPR dan menggunakan AED bila tersedia dapat menjadi penentu keselamatan.
Sementara itu, upaya menjaga kesehatan jantung perlu dilakukan jauh sebelum keadaan darurat terjadi. Pola makan yang lebih sehat, aktivitas fisik, berhenti merokok, mengendalikan tekanan darah, gula darah dan kolesterol serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.
Jaga jantung bukan hanya ketika terasa sakit. Jaga sejak hari ini, melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Klik link dibawah ini untuk info lengkap tentang produk Almahyra
https://wa.link/ohyq95
Sumber Informasi : https://www.nu.or.id/kesehatan/mengenal-henti-jantung-mendadak-risiko-gejala-dan-cara-mencegahnya-vdte3

